Penasaran sama selisih jam di Indonesia & Singapore

Awalnya sie gara-gara cerita sama teman-temen kantor.. klo di Jepang beda selisih 2 jam lebih awal dari waktu Jakarta. Trus gw jadi ngerasa aneh gtu.. padahal kan harusnya di Jepang itu selisih waktunya 2 jam lebih mundur dr waktu di Jakarta. Pas di jelasin ma teman kantor, rada-rada ga mudeng gtu..


My friend say : coba di singapore kan waktunya sama dengan di jakarta (WIB) tapi kenapa jam 7-nya Jakarta sama dengan jam 8-nya Singapore. Karna di Negara Singapore sengaja mempercepat waktunya 1 jam dari waktu di Indonesia.


Untuk alasannya sie temen gw ga paham....
Mulailah gw panasaran, knp bisa begeetoo yah?????
Dan akhirnya gw mulai mendapatkan titik cerah, dengan mencari mbah GOOGLE...
dan jawabannya...........


Tentang Singapore dan Waktu

Saya merasa aneh dengan waktu yang berlaku di Singapura. Menurut saya dan logika saya semestinya Singapura itu ikut waktu WIB bukannya WITA, sebab secara geografis letak singapura dekat sekali dengan sumatra yang waktunya ikut WIB.
Yah saya baru tau hal ini waktu saya kesana beberapa bulan lalu. Pramugari menginformasikan “ada perbedaan waktu 1 jam, singapura lebih cepat 1 jam dari Jakarta”. Loh kok waktunya jadi sama dengan WITA, serasa pergi ke denpasar deh mendengar pemberitahuan itu. Saya tidak bisa terima!
Sebetulnya pembagian waktu di bumi ini bagaimana? Apakah setiap negara berhak menentukan waktu sendiri? Rasanya dulu di pelajaran Geografi SD ada pengaturan waktu berdasarkan GMT + ..tergantung jaraknya. Saya tanya ke beberapa teman, namun  belum ada jawaban yang bisa saya terima. (Kalau ada temen temen yang tau alasannya boleh comment)
Akhirnya saya punya opini sendiri (ini kan blog saya jadi saya bebas nulis apa aja yang ada dipikiran saya, permisi….). Menurut saya, pemilihan waktu singapore lebih cepat 1 jam dari jakarta adalah lebih pada kepentingan bisnis dan politik! (loh kok?)
Saya melihat keuntungan Singapura dengan mempercepat waktu 1 jam dari jakarta.
Roda perekonomian Singapura berjalan 1 jam lebih cepat dari jakarta, dalam hal bisnis waktu 1 jam bisa bermakna banyak apalagi untuk penjualan penjualan saham di bursa dan etc lah.  Saat orang orang di Jakarta baru bangkit dari peraduan jam 5 WIB, kegiatan di Singapura sudah mulai bergerak sebab disana sudah menunjukkan jam 6. Saat bisnis di Singapura sudah mulai bergerak, masing masing orang sudah duduk di kursi kerjanya tanpa tekanan emosi karena jalanan yang macet. Kita lihat di Jakarta para pemburu rupiah masih terkatung dijalanan lebih tepatnya “terhambat di jalan bebas hambatan”. Tragis! Sepertinya sepele tertinggal 1 jam tapi maknanya sangat terasa sebetulnya di segala bidang secara tidak langsung. Orang singapur sebetulnya mengambil falsafah orang jawa yang percaya bahwa dengan bangun lebih pagi maka akan lebih banyak mendapat rejeki, makanya di majukan waktunya 1 jam lebih dulu. Singapura tidak mau kalah cepat dari jakarta, jika ia mau menjadi Macan Asia.
Usaha singapura tidak sia-sia, kalo orang tepatnya dia cocok disebut makelar. Ya Singapura negara Makelar, bukan negara agraris maupun maritim. Bayangkan dia bisa menjadi pengekspor beras tanpa mempunyai area persawahan, bisa menjadi pengekspor kopi dan teh tanpa punya kebunnya, bisa jualan minyak tanpa punya ladang  minyak.
Sepatutnya Singapura berterimakasih dengan rumitnya birokrasi tanah air kita, indonesia muah muah. Sebab bisnisnya sangat diuntungkan dengan rebyeknya birokrasi indonesia. Barang-barang dari eropa-amerika susah sekali langsung tembus pasar indonesia, anehnya barang dari Singapura gampang sekali masuk Indonesia. Akibatnya membuka peluang bisnis bagi Singapura dengan menampung barang barang dari Eropa dan Amerika kemudian dijual ke Indo dengan mengambil untung dulu pastinya.
Demikian sebaliknya, hasi tani, kebun dan non migas lainnya sangat sulit mendapat akses langsung ke negara tujuan akibat birokrasi yang amit amit. Akibatnya banyak petani, maupun perkebunan frustasi dengan hasil bumi yang tidak mempunyai pasar sehingga menumpuk di gudang dan membusuk kalaupun laku hanya dengan harga yang sangat rendah. Sesuai dengan hukum ekonomi kali yah kalo barang banyak maka harga akan turun. Nah, lagi lagi masalah ini membuka peluang bagi tetangga kita Singapura untuk mencari pasar di negara negara eropa ataupun amerika maupun benua lainnya, bukan hal yang sulit bagi negara multi ras ini. Jadilah ia makelar antara indonesia dengan negara lain, pastinya dia membeli dari indo dengan harga murah dan menjualnya dengan harga yang tinggi. Jaminannya adalah laba yang melimpah.
Sederhana memang dari hanya karena perbedaan waktu 1 jam, yang masih mengganjal dipikiran saya hingga ketertinggalan negara kita dibanding negara tetangga. Saya berpikir bagaimana jika WIB kita ganti menjadi 1 jam lebih dulu dari waktu singapore. Jadi kita bangun lebih pagi mencari rejeki lebih pagi sebelum dipatok singa, tentunya diiringi dengan kinerja dan pembenahan di semua aspek yah.
mohon jangan jadi berfikir ” kok papua lebih maju waktunya tapi ekonominya ngga lebih maju dari jakarta” ini sedang tidak membuat suatu hipotesis bahwa lokasi yang mempunyai waktu lebih cepat maka pertumbuhan ekonominya lebih baik. ini sedang beropini mengenai ke nylenehan singapore yg posisinya jelas jelas di  barat tapiii waktunya kok sama dengan bali.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar